Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Wednesday, April 26, 2017

Sepi

Ku sebut ia maut. Bahkan kehadirannya melebihi ketakutanku pada kematian. Ingin ku usir dia jauh-jauh dari peraduan malamku. Dan jika perlu, nafasnya tidak ingin lagi aku sentuh. Tapi, bagaimana bisa? Setiap pagi setianya merenggut senyumku yang mulai menghambar. Oh tidak.. Aku bahkan sudah lupa rasanya memekakan kata bahagia. Aku terlalu sibuk dengannya sampai tenggorokanku tercekat, mataku memerih, dan gairahku menggontai tak berdaya. Aku terkurung pada eforia yang tak bernyali untuk bergema. Dia merenggut semuanya hingga aku merasai jiwaku yang mulai mati, menghamba pada kepedihan. Sengatnya merasuki hingga ke setiap pembuluh darah.

Terlelah aku mengais asa, letih mengkhayal bahagia yang ku dewakan siang dan malam. Namun ia tetap saja mengasingkanku pada menara kegundahan. Jerujinya mematahkan ruang gerakku. Ahhh aku menyesal sempat mengundangnya, memberi dia ruang sesekali untuk menikmati diriku. Tapi nyatanya ia terlanjur menjadi bagian dalam diriku. Oh, aku rindu bingar, suara riuh yang menggaduh, menghernyakkan mimpi yang mulai pupus mengering. Aku benci pekatnya.. Kebisuannya merapuhkan cahaya di pelupuk mataku. Dia, yang temaramnya saja bahkan jauh lebih kelam dari malam, membuat segenapku berlarut dalam kesedihan yang tak bertepi. Berkesendirian, bahkan akal sehat masih saja menjauhiku, merontai kebodohanku yang diperhamba olehnya. Pergilah, tak ingin aku terdera. Biarkan saja semarak bergemuruh, sekalipun ia menertawakanku.

Sunday, April 23, 2017

Biarkan Rasa..

Biarkan rasa itu, tetap akan menyinari dan memberi harap
Rasa yang tidak pernah hilang, sekalipun musim berganti
Sekalipun, mungkin, suatu saat kita ada di tempat yang berbeda
Mungkin juga kita tak lagi menengadah pada langit yang sama

Rasa itu, hanya akan bersembunyi sementara saja
Karena, rasa itu, percayalah memiliki takdirnya sendiri
Rasa yang mengasah,
Menepikan jutaan rindu dan tanda tanya yang menyiksa
Antara penantian dan kegamangan

Dengan rasa itu, aku ingin berbagi kehidupan
Kamu tahu, hidup denganmu adalah mimpi terbesarku
Bernafas denganmu membuatku merasai rasa itu
Rasa yang terkadang membuatku habis akal
Namun juga setia menjadi suluh bagi langkahku yang rapuh

Rasa itu adalah cinta
Rasa yang paling diagungkan insani diantara rasa lainnya
Sebuah rasa yang tidak akan pernah lekang oleh letupan waktu
Kehilangannya adalah kesepian yang paling menakutkan
Kebahagiaan, nyatanya terasa mati jika ia tidak ada

Thursday, April 20, 2017

Mau SUKSES di Kencan Pertama?? Begini Caranya Biar Ngga Jadi Jomblo Abadi..

         Hallo sobat lookers.. Kali ini aku mau bahas gimana tips kencan pertama ala SV alias aku sendiri. Pasti banyak dong sobat lookers yang bisa dapetin tips kencan dengan mudah dari internet, tapi klo cara aku dijamin paling efektif. Kenapa bisa?? Karena metode yang aku pake yah pastinya pengalaman aku pribadi. Hahahha.. Dan kenapa efektif? Hal itu terbukti dari banyaknya cowok yang tergila-gila sama aku (pedeasik.com). Ngga gila juga sih yah paling ngga minat lah yah, disamping wajah aku yang cukup terbilang unyu-unyu gitu, sebenarnya aku punya cara ampuh bikin kencan tuh ngga bakal gatot alias berantakan. Ini dia tipsnya, dicatet yah..
1.      Waspadai calon partner kencan
Nah pertama-tama yang harus kamu lakuin adalah aku harus tau dulu siapa calon partner kencan aku. Ngga cewe or cowo, sama-sama harus waspada. Ngga ada salahnya kamu kepoin dulu si doi. Ini penting banget, karena u knowlah ya banyak banget yang kejebak sama rayuan maut si doi apalagi yang padahal ketemu aja belum. Bodohnya, banyak kejadian buruk yang menimpa cewe maupun cowo (especially cewe nih), yah ketipulah, dirampok, dianiaya or macem-macem. Sama aja sih intinya ketipulah yah yang bahasa gaulnya dibilang cybercrime. Jadi kamu jangan ketipu sama muka innosence si doi di profile picture-nya. Dan untuk yang sudah kenal sama doi mungkin ngga terlalu sulit ya, tapi tetap waspada itu penting. Jadi biarpun sudah kenal, ngga ada salahnya kamu juga harus tetap kepoin tuh doi. Kamu bisa kepoin dari semua teman-teman ataupun jejaring sosialnya, kalau bisa dari teman ke temannya lagi, pokoknya segala penjuru kamu harus kenalin tuh si doi terlebih dahulu.
2.      Pahami karakter si doi
Kalo tahap pertama sudah fix, berikutnya sobat lookers kudu pahami karakter dasar si doi. Karakter dasar di sini maksudnya, kamu harus tau terlebih dulu si doi tuh termasuk kriteria introvert, extrovert dan sebagainya. Nah sesuaikan dah tuh cocok ngga sama karakter yang bisa ngimbangin karakter sobat lookers. Kalo ngga cocok mending jangan deh, daripada nanti kamu obrolannya garing or justru malah bikin illfeel. Nah kalo dalam hal ini kamu ngga tau sama sekali karakter si doi, kamu juga bisa kenalin pas di TKP, yang penting intinya kamu harus tetap jadi diri kamu sendiri.
3.      Jadi diri sendiri
Point pertama and then kedua emang penting sobat, tapi seperti aku bilang sebelumnya di point kedua, kamu harus tetap jadi diri sendiri. It’s really important! Lakukanlah momen kencan kalian tuh dengan relax, apa adanya dan sopan pastinya, bukan jaim loh karena kalo terlalu jaim berarti kamu ngga jadi diri kamu sendiri.
4.      Jangan terlalu all out
Dalam hal ini pengertian all out di sini, kamu tuh ngga perlu berlebihan, yang simple aja.. Aku yakin si doi juga ngga terlalu suka kalo kamu tuh terlalu over. Baik dari segi make up khususnya buat cewe nih, maupun tampilan, yang wajar ajalah.. Dikondisikan dengan lokasi kencan kalian, jangan sampai kamu jadi saltum alias salah kostum, apalagi kalo disangka mau ngelenong, bahaya.. Kalau buat cowo, rapih itu perlu banget tapi rambut plis jangan terlalu klimis juga dan jangan pakai parfum yang terlalu nyanter baunya. Percaya deh cewe emang suka cowo yang wangi dan bersih tapi jangan sampai aroma wewangian kamu tuh bikin cewe eneg kayak masmet-masmet gitu (btw masmet itu mas-mas metal, maaf ini cuma istilah umum aja ngga maksud ngehina suku tertentu, meski kamu juga ngga pernah nyium bau mas-mas metal itu gimana wkwkkwk *njleb*).
5.      Control yourself dan Jaga diri sebaik-baiknya
Biarpun si doi ganteng or cantik ampun, kamu harus tetap stabil or stay cool (tenang loh bukan jaim). Dan sekalipun sobat lookers dan si doi sudah mulai ada rambu-rambu ketertarikan dalam perjalanan kencan tersebut, kalian harus tetap jaga diri. Jangan sampai kalian termakan rayuan gombal apalagi sudah menjurus-jurus ke arah yang ngga halal ya. Kendalikan diri kalian! Ini penting banget, khususnya buat si cewe sebagai kaum yang lemah hati. Pertahankan prinsip kalian sebagai cewe-cewe yang berharga. Plis deh sekedar permohonan untuk para cowo, kalo kalian ngaku cowo yang gentle, hargailah cewe kalian sebagai kalian ngehargain nyokap kalian.
6.      Pertahankan komunikasi yang intens
Kencan yang berhasil or gagal itu kelihatan dari the next level atau komunikasi selanjutnya. Kalo setelah kencan pertama, si cowo nganterin pulang si cewe and setelah itu ada komunikasi yang intens di antara kalian, bisa dipastikan kalo kencan tersebut berhasil gaess. Kalo lu juga demen, tanggepin dah tuh si doi tapi kalo kamu ngga demen, kamu bilang aja terus terang dan dengan sopan kalo kalian cuma asik buat temenan aja (yang penting jangan di PHP-in tuh doi, sianan). Kalo sampai si doi ngotot gitu yah mau ngga mau pakai cara yang agak mainstream pada umumnya.
Nah, sudah dapet dong yah inti sari dari tips aku ini. Yah aku harap sih bisa bermanfaatlah, biar sobat lookers cepetan deh jadian sama gebetannya, lumayan buat menekan pertumbuhan jomblowers di negeri tercinta. Intinya janganlah jadikan momen kencan itu momen yang asal-asalan, biar berkesanlah yah. Syukur-syukur kalo cocok kan bisa langgeng or bahkan bisa lanjut ke pelaminan, wih asikk nian. Kalo ada sobat lookers yang mau tanya-tanya, monggo silahkan dikomen aja, atau mau kritik or saran juga boleh banget. Ok sekian dan terima kasih,. 😊

Tuesday, January 24, 2017

Cerita Di Menit Kelima

            Aku berdiri ditengah sesaknya bus Transjakarta. Tak menyangka Hari Minggu pun akan seramai ini. Aku menghela nafas panjang dan tersenyum, mencoba menikmati penatnya hari-hari yang bersinggah menggerayangiku tanpa bosan. Aku dengan pikiranku yang berkecamuk tanpa henti, seakan dia tanpa lelah bekerja 24 jam dalam sehari. Aku melihat sekelilingku, wajah-wajah yang pastinya penuh dengan pikirannya masing-masing. Yah, aku tidak sendiri.. Aku tahu mereka menyimpan masalah mereka sendiri dalam pikiran mereka. Aku melirik ke arah ibu yang duduk didepanku. Usianya sekitar 46an tahun, sesekali dia memandangku. Aku menebak mungkin dia sedang memikirkan bagaimana ia dapat berperan sebagai ibu yang baik untuk anak-anaknya, mengkhawatirkan apakah anak-anaknya itu akan tumbuh menjadi orang yang sesuai dengan harapannya agar tidak menyusahkan kelak mereka dewasa. Tak berapa lama pandanganku beralih pada sosok wanita muda yang berdiri tepat disebelah kiriku. Pandangannya tidak pernah lepas dari handphone ditangannya sambil sesekali tertawa kecil. Sepertinya ia sedang jatuh cinta, atau sedang masa ‘PDKT’ alias pendekatan. Hahaha.. Mungkin saja..
            Aku melihat jalanan yang cukup ramai, melihat diluar banyak pengendara bermotor yang saling salib menyalib berusaha mencari celah agar ada diposisi lebih dulu dari yang lain. Hidup dalam hal apapun sudah terbiasa dengan kompetisi, tidak diragukan bahwa makhluk hidup memang memiliki kodrat untuk saling berkompetisi. seperti halnya kendaraan bermotor tersebut. Aku tertegun melihat satu pengendara motor yang terlihat sangat hati-hati berkendara. Wajahnya pucat pasi dengan kulit yang hitam legam. Hatiku tergerak menjadi iba melihat wajah rapuh itu. Wajahnya terlihat dipenuhi kecemasan dan keletihan. Tiba-tiba saja aku ingat wajah mama dan papaku. Mama yang sedari aku kecil berdagang dipasar untuk membantu ekonomi keluarga, sampai lelahnya membuat dia harus keguguran. Papa, yang bahkan harus berangkat subuh dan pulang hingga subuh. Kadang papa cerita betapa sulitnya mencari penumpang, karena sudah mulai banyak pengendara taksi di Jakarta tapi papa harus tetap mengejar setoran dan menahan sakit didada karena terlalu lama kena AC dan angin malam. Dan alangkah berkahnya jika Tuhan memberi sedikit rejeki sisa dari uang setoran untuk menafkahi kami. Dalam benakku aku menyimpan rasa syukur yang besar karena akhirnya pada dan mama tidak perlu lagi bekerja diluaran, karena sudah ada warung kecil-kecilan yang diusahakan orangtuaku untuk menghidupi keperluan mereka sehari-hari.

            Aku terdiam, seraya bersyukur aku tersenyum, bergumam dalam hati berterima kasih akan kebaikan Sang Pencipta hidup. Tiba-tiba saja mentari meredup termakan senja, awan menggantung ranum berganti kelabu. Rupanya semesta sore itu hendak mengundang hujan. Ingatanku menerawang mendadak menggalau. Kembali ku arahkan pandanganku ke sisi luar jalan, berusaha mengusir bayangan masa lalu. Tak disangka bertepatan aku menemukan sosok pengendara motor yang merupakan bagian dari masa lalu itu sendiri. Tidak salah lagi, derasnya hujan dan dengan wajah yang hampir seluruhnya tertutupi mantel hujan, aku masih bisa mengenali wajahnya. Seseorang yang bayangannya saja mampu menyita semua perasaanku. Seseorang yang tidak pernah berhenti merasuki dinding kalbuku. Entah takdir macam apa yang mengijinkan aku bertemu dengannya lagi. Mungkin dia tersadar juga, orang itu melihat pula ke arahku dan membuka kaca helmnya. Lampu merah yang seperti terhenti oleh waktu membuat semuanya semakin jelas dan lama aku bertatapan dengannya setelah sekian lama, kurang lebih enam tahun lamanya kami terpisah. Dia masih laki-laki yang sama. Dengan senyumnya yang terlihat dipaksakan dia melambaikan tangannya. Entah itu perasaan rindu ataukah hancur seperti yang aku rasakan, yang jelas kami tidak akan pernah ditakdirkan untuk bersama. Diwaktu 5 menit ini, aku begitu merindukannya, aku ingin memeluknya, tapi itu tidak akan pernah terjadi karena takdir tidak menginginkannya, Aku bergumam dalam hati sambil tersenyum, berbahagialah demi aku.. Semoga kisah dan takdirmu berakhir happy ending sekalipun tidak bersamaku.. 😊

Thursday, October 13, 2016

Menunggu..

            Bagi aku atau mungkin bagi sebagian besar orang, hal yang paling ga banget dan bikin super duper boring adalah MENUNGGU. Jadi inget waktu ngalamin suka dukanya jadi mahasiswa. Salah satu yang bikin sedih sesedih-sedihnya adalah kita sudah buru-buru balik kerja demi bisa ontime sampai kampus, rambut sudah acak-acakan (untung aja ga bau keringet ya sorry aku sih no ya..). Pas buka pintu sik asik dosen belum datang, terus langsung deh nyiapin singgasana paling depan (maklum, biarpun sudah pakai kacamata tapi pendengaran agak kurang peka gitu).
Tik tok tik tok, 15 menit okelah ya macet bokkkk tahu sendiri Jakarta, 25 menit aura-auranya sudah diparkiran nih. Tapi kok di telponin tulalit ya alias ga aktif. Pas 30 menit, oh mungkin beliau dari parkiran terus agak-agak lelah sampai bingung dan tersesat hingga ga tahu arah jalan kampus (bisa jadi, bisa jadi..). Dan menjelang 40 menit kurang 3 detik, taraaa ada informasi bahwa Mr. XYZ telpon memberitahukan beliau berhalangan hadir. Agak miris sih ya tapi berhubung dosen-dosen aku ga pernah sewot apalagi ngamuk kalau aku telat karena memaklumi para mahasiswa pekerja yang datang telat (asal tahu batasannya juga ya kalau jadi mahasiswa, discipline is the must) jadi it’s okelah yah, ini yang namanya saling memahami antara mahasiswa dan dosen apalagi dosen adalah salah satu penjembatan langkah suksesku (sadisss bahasa eike).
            Dalam dunia kerja, aduh aduh apalagi yah yang namanya menunggu itu, blablabla.. BIASA! Demi sesuap nasi yang ga habis-habis, seperangkat kekayaan pribadi dan sepiring berlian yang belum kumpul-kumpul, tetap harus semangat dong ya. Nah jangan salah, dalam pertemanan juga yang namanya menunggu itu biasaaaa banget! Yah kayak yang aku alamin ini nih.. Tahu sendiri dong ya hari ini hujan, dingin dan macet mencekam, baju lepek, dan lain sebagainya. Sepanjang perjalanan tetap usaha mastiin:
A: “(18:30) Sudah dimane lo? Gw sudah nyampe nih, buruannn gw laper, gepeel ye!”
T: “Iye ini dikit lagi, lo pesen aja dulu, nanti gw nyusul.”
A: “Lo mau gw pesenin sekalian ga? Berape menit lagi kira-kira?”
T: ----
Hingga setelah 1 jam lewat 20 menit-an lamanya aku nunggu, makanan sampai kering akibat ga nafsu, khawatir teman tersayang kenapa-kenapa dijalan, beliau kirim pesan :
T: (19:53) “Sorry cong kayaknya gw ga jadi deh, baju gw basah banget nih padahal gw sudah pake jas hujan, next time aja ya bok gw sudah otw arah balik pulang. Jangan marah ya bu, nanti cantik lo luntur kebawa hujan, oke? Ttdj ya, love u, muaccchhh..”
Parah ga tuh dalam dunia pertemanan aja masih berasa agak kejam. Tapi, berhubung aku sudah terlanjur punya image Miss Bijak, aku jawabnya harus tetap jaga wibawa dong ya.. (Hahaha lebay).
A: “Iyalah bu ga papa, ini gw otw ke rumah lo kok. Kita ketemu disana ya.. See u, muachhh..”


*********

Monday, October 3, 2016

Aku dan Secangkir Kopi

Secangkir kopi hangat
Berteman sepi dan sendiri
Aku ingat nama itu
Yang hanya bisa ku ucap dalam diam
Seperti halnya kopi
nama itu merasukiku
Dengan kenangan pahit
Bercampur rindu yang sangat
Yang meneguk pahitnya sekali saja
Buatku ingin merasainya kembali
Aku menggilai nama itu
Yang hanya ingin aku nikmati tanpa nyali



Menua Denganmu

Gambar : Ilustrasi

Kalau aku sudah mulai menua, semoga aku masih mengingat dengan jelas bagaimana aku jatuh cinta sama kamu di detik pertama kali dan cinta itu selalu baru setiap hari. Dan kalaupun semesta membawa hatimu pergi, biarlah itu karena kematian bukan karena kamu berhenti mencintaiku.

-Shesil Vhera- 





Sunday, July 12, 2015

....

     Sebagai anak yang dibesarkan dikeluarga yang biasa - biasa saja, tidak jarang aku sering mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan kesulitan ekonomi makin berasa saat aku masuk SMA. Salah satu sekolah negeri unggulan di Bekasi. Demi mencari uang saku dan keperluan ekskulku, tanpa sepengetahuan keluarga dan teman - teman aku bekerja dengan menyebarkan brosur di perumahan bahkan di mal - mal yang dekat dengan sekolahku. Setiap membagikan brosur, aku cuma berharap tidak akan bertemu dengan siapapun yang aku kenal.

         Aku menyimpan banyak impian seperti gadis remaja pada umumnya. Satu - satunya orang yang mendukungku di sekolah hanyalah pembina ekskulku. Sebut saja beliau Bp Sayoga. Hingga aku mendapat sebuah kabar baik bahwa aku diterima di salah satu PTN di Sulawesi, meski aku gagal masuk IPB seperti yg Pak Yoga harapkan. Aku membawa pulang amplop itu dengan sukacita. Tapi kenyataan tidak semanis yang aku bayangkan. Beberapa lama kemudian, aku melihat mama menangis dan bercerita bahwa seorang rentenir datang ke rumah dan memaki mamaku didepan semua orang. Rupanya gaji papaku benar - benar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Hatiku hancur.. Aku marah pada mamaku, amarah yang melukai hatiku sendiri. Aku mengumpulkan semua kekuatan yang aku punya, diusia mudaku aku menghadapi sang rentenir. Aku marah dan tidak akan melupakan penghinaan ini pada mamaku dan berjanji akan melunasi semua hutang - hutang mama yang jumlahnya tidaklah sedikit. Aku membakar amplop itu seraya membakar mimpiku sendiri. Aku harus kerja dan cari uang untuk melunasi hutang - hutang mama. Selama melamar pekerjaan, aku sering kali kena tipu. Tapi aku tidak boleh menyerah. Hingga seorang teman memberiku informasi lowongan pekerjaan disebuah perusahaan sekuritas. Aku bersyukur aku masuk tiga orang yang lulus training dan diterima bekerja padahal aku satu - satunya yang berlatar belakang lulusan SMA. Manajer aku, Mas Ridwan bilang cuma satu alasan yang membuat aku lulus, yaitu aku punya keberanian yang tidak dimiliki sepuluh calon karyawan lainnya.

         Kehidupan baruku dimulai. Sekalipun aku karyawan baru, tidak sulit bagiku untuk akrab dengan para senior dan atasan. Aku menyenangi pekerjaanku. Aku bertemu dengan banyak orang - orang cerdas dan berduit banyak. Wajar saja, mereka tidak main - main menaruh uang yang sangat banyak untuk bermain saham. Namun tidak sedikit diantara mereka yang menganggap bermain saham itu adalah judi. Ternyata cari uang itu gampang pikirku saat itu. Hanya dalam waktu enam bulan aku sudah mampu melunasi hutang - hutang mama beserta bunganya. Aku makin menyenangi pekerjaanku, aku punya banyak teman yang tidak menganggapku saingannya. Dan setiap hari Jumat adalah hari yang paling aku tunggu - tunggu karena selain bekerja setengah hari, hari itu adalah waktu dimana aku dan teman - teman melupakan stress dan jenuh dengan mencari hiburan ke diskotik yang satu tower dengan kantorku. Sekalipun ada banyak godaan, tapi aku selalu mengisi 'bekal'ku penuh sebelum ke tempat itu. Syukurlah teman - teman menghargai prinsipku.

         Akan tetapi, rupanya kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Hari itu aku bahagia luar biasa karena telah berhasil buat janji dengan seorang bos besar. Dengan penuh percaya diri aku membawa semua kelengkapan presentasi mendatangi kantor bos besar itu. Saking semangatnya aku tidak sadar sudah menunggu hampir dua jam diruangan itu. Sang bos kakap bertubuh tambun itu akhirnya punya waktu untuk menemuiku. Wajahnya sangat serius, tidak tersenyum sedikitpun melihatku. Aku tersenyum semanis mungkin untuk menutupi rasa takut yang tiba - tiba muncul saat itu. Dia menanyakan apa yang bisa aku tawarkan yang dapat membuat dia tertarik. Saat aku mulai bicara, tiba - tiba dia memotong kalimatku. Sang bos kakap itu melecehkanku, dia malah menawar harga keperawananku dan sanggup membayar berapapun yang aku minta. Aku sakit hati dan bergegas merapihkan berkasku untuk bis akeluar dari ruangan itu, tp dia menarik bajuku hingga lengan bajuku robek. Aku marah dengan nada berteriak tapi sia - sia karena ruangan itu kedap suara. Dia makin kencang memegang tanganku, rasa sakitnya msh aku ingat hingga sekarang. 

"Kamu jangan naif, saya ketemu banyak wanita seperti kamu dan hal ini sudah biasa, bukan?". Aku mau nangis rasanya, yang keluar dari mulutku saat itu :

"Saya ini punya Tuhan pak, saya punya orangtua yang mendoakan saya dirumah, sebelum bertemu bapakpun saya berdoa agar Tuhan memberkati presentasi saya dan memberkati bapak.."

       Sang bos besar hanya terdiam lalu melepaskanku. Aku berlari sekencang mungkin keluar dari gedung itu, hatiku sakit, aku benar - benar takut rasa takut yang luar biasa.. Keluguanku runtuh seketika, betapa kejamnya dunia ini membentukku. Esok paginya aku mengundurkan diri dari pekerjaanku. Meski Mas Ridwan dan Mas Nunus asmenku menolak surat pengunduran diriku, mereka hanya menyuruh aku istirahat beberapa minggu tapi aku tetap tidak kembali. Aku menyimpan trauma itu sendirian, aku tidak pernah bicara tentang masalahku pada orangtuaku atau siapapun karena aku tidak pernah mau membagi masalahku dengan org lain. Aku berbohong dengan bilang pada orangtuaku bahwa kontrak kerjaku habis, orangtuaku percaya saja. Mereka tidak pernah mau mengkontrol hidupku karena mereka tahu apapun yang aku lakukan pastilah hal yang benar.

Sunday Diary, 280118

Dear Diary.. Tiba-tiba saja koko menghubungiku lagi. Entah harus senang atau tidak, yang jelas perasaanku mulai datar. Bahkan aku memutusk...